Jual Seluruh Aset di Bali; Terlalu Cinta Dengan Pacitan

0
16

Perkenalkan, dia adalah Pranoto Ahmad Raji atau akrab dipanggil Pak Pram, seorang pelukis dari Pulau Dewata (Bali). Karena cintanya pada Pacitan ia rela menjual seluruh asetnya di Bali, dan sekarang tinggal di Pacitan.

Ceritanya dimulai pada tahun 1992, kala itu ia tersesat dan akhirnya sampai di Terminal Pacitan. Kejadian itu tak membuat pria itu kesal, namun justru memilih untuk berjalan-jalan sekitar kota. Betapa terkejutnya ia saat matanya melihat alam yang disuguhkan sepanjang perjalanan. “Ini yang saya cari, seperti pulau jawa 100 tahun lalu” gumamnya dalam hati.

Bak jatuh cinta pada pandangan pertama, pria berambut dan jenggot gondrong tersebut lantas melihat sebuah plang bertuliskan “Dijual Kavling Tanah Milik Bla.. Bla…” Tanpa pikir panjang dua kavling di jalan Teleng Ria 1 ia beli.

Usai kejadian banjir Pacitan pada akhir 2017, walaupun tak lagi ditemani istrinya yang berdarah Australia karena meninggal dunia, pria kelahiran Karanganyar ini akhirnya resmi menjadi warga Pacitan.

“Jatuh cinta soal rasa, tapi bicara Pacitan ya, ya itulah yang saya cari, alam dan masyarakatnya yang santun sukar ditemukan di tempat lain,” ungkapnya kepada Diskominfo Pacitan (12/03).

Kini mimpi untuk menghabiskan waktu di Pacitan menjadi nyata, pelukis yang pernah menggelar pameran di berbagai negara seperti Swiss, Malaysia, Singapura, Australia dan Korea Selatan tersebut membuka diri selebar-lebarnya untuk putra putri asli Pacitan yang ingin belajar seni lukis.

“KTP Pacitan gratis, ini spesial karena saya melihat potensi Pacitan, dan saya melihat 20 sampai 50 tahun kedepan Pacitan menjadi gudang seniman,” katanya.

Bahkan saking bersyukurnya Pak Pram bisa menjadi bagian warga Pacitan, kediamannya yang terbuat dari kayu bergaya limasan tersebut ia buka selebar-lebarnya bagi siapa saja yang mau menginap.

Terutama bagi yang hendak berkunjung untuk menikmati keindahan destinasi wisata Kabupaten Pacitan, dan lagi-lagi kata pak pram itu gratis. “Karena jalan-jalan di Pacitan gak cukup sehari,” tambahnya sambil tertawa. (bd/frd/ss/ryt/dzk/rch/tk/DiskominfoPacitan)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.