New Jumatan

0
50

Setelah delapan kali absen hari ini saya Jumatan lagi. Seperti apa suasana Jumatan new normal itu?

Sampai tadi pagi saya masih bertanya-tanya apakah hari ini akan ada Jumatan? Masjid-masjid terdekat masih sepi. Hingga 10 menit menjelang waktu Dzhuhur.

Tiba-tiba saya mendengar suara adzan. Sayup-sayup. Kadang hilang. Mungkin tersapu angin.

Dari masjid mana? Saya coba ingat-ingat semua masjid di sekitar kantor Jagaters di Tebet Timur. Hanya ada 5 masjid besar yang menyelenggarakan salat Jumat di kawasan ini.

Tapi suara itu begitu lirihnya. Tidak mungkin dari masjid yang paling dekat. Saya pun bergegas naik sepeda motor menuju masjid itu: Tebakan saya: Masjid AL-Huda yang dikelola Muhammadiyah Tebet.

Tebakan saya benar. Rupanya suara itu dari speaker besar yang terpasang di atas menara masjid. Alhamdulilah. Akhirnya bisa Jumatan lagi. Setelah libur selama dua bulan. Sejak DKI Jakarta ditetapkan sebagai kawasan pandemi Covid-19.

Ternyata banyak yang berubah. Bukan pada cara ibadahnya tetapi pada teknis-teknisnya.

1/ Cek suhu
Ada petugas di pintu masjid yang mengecek suhu jamaah. Kalau lebih dari toleransi disarankan merapat ke klinik. Masjid ini memang modern. Punya klinik, ambulans, bahkan juga punya mobil jenazah.

2/ Semprot disinfektan
Sebelum masuk masjid jamaah harus berwudlu. Ada tempat wudhu di lantai 1. Jamaah salat di lantai 2. Ketika masuk pintu masjid lantai 2, petugas menyemprot tangan jamaah dengan cairan disinfektan. Sampai selesai Jumatan, aroma harumnya masih tercium.

3/ Bawa Sajadah
Jamaah wajib membawa sajadah. Tidak ada sajadah dari masjid seperti dulu. Karpet masjid pun sudah digulung semua.

4/ Pakai Masker
Jamaah wajib pakai masker. Yang tidak memakai ditegur petugas. Tetapi tidak hanya ditegur. Petugas memberi solusi: Diberi masker gratis yang harus dipakai saat itu juga.

5/ Jaga Jarak
Jamaah salat dengan tetap menjaga jarak. Antara jamaah satu dengan lainnya diatur dengan jarak 1 meter.

6/ Batas Waktu
Lamanya salat Jumat dibatasi. Maksimal 10 menit. Tapi berdasarkan hitungan saya, batas itu tadi tidak bisa ditepati. Khatibnya kepanjangan 30 detik.

7/ Pesan Khotib
Khotib berpesan agar jamaah tidak kebablasan dalam menyikapi pelonggaran PSBB. Jangan mentang-mentang masjid sudah dibuka lagi lantas protokol kesehatan tidak diindahkan.

Secara umum saya melihat wajah para jamaah tampak gembira. Walau masih banyak pembatasan setidaknya mereka bisa kembali menunaikan salat berjamaah di masjid seperti semula.

Pembukaan rumah ibadah ini memang baru diputuskan kemarin oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Takmir masjid sepertinya baru bisa mengambil sikap tadi pagi. Wajar kalau belum semua masjid menyelenggarakan salat Jumat.

Walau belum normal sepenuhnya, saya merasa bahagia hari ini karena bisa Jumatan lagi. Sebelumnya saya sempat was-was. Jangan-jangan Anies akan ikut-ikutan menjadi “duta mal” seperti yang di Bekasi itu.(jto) Oleh: Joko Intarto