Usaha dan Doa, Upaya Tangani Bencana di Pacitan

0
126

Peristiwa gerakan tanah yang terjadi di wilayah Kabupaten Pacitan mendapatkan perhatian serius Bupati Indartato. Salah satunya di Dusun Sepring, Desa Bangunsari Kecamatan Bandar. Bersama unsur Forum Pimpinan Kecamatan dan perangkat daerah terkait mendatangi lokasi sekaligus menggelar doa bersama. “Kami barharap warga tetap waspada dengan perubahan kondisi lingkungan sekitar,” ucapnya sesaat sebelum gelar doa bersama warga dimulai, Selasa (16/5/2017) sore.

Sebagai langkah konkritnya, Pemkab Pacitan akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, Jawa Barat. Tujuannya untuk mengetahui dan mendapatkan data teknis terkait gerakan tanah di kawasan itu. Dengan dasar itulah nantinya pemkab akan mengambil langkah lanjutan atas rekomendasi yang keluar. “Akan segera kami laporkan kepada lembaga lebih tinggi untuk medapatkan penanganan serius. Sehingga diketahui titik-titik mana yang berbahaya dan titik-titik mana masih dapat dihuni,” terang Bupati.

Lebih lanjut Indartato menjelaskan, pemerintah daerah secara serius akan mengupayakan penanganan terhadap bencana alam yang satu itu. Tujuannya agar warga penghuni lokasi sekitar titik gerakan tanah dapat tinggal dengan tenteram. Selain tetap menjaga kewaspadaan, ia juga berpesan kepada warga setempat, khususnya anak-anak, untuk tetap memprioritaskan pendidikannya. Sebagai bekal hidup dikemudian hari.

Senada dengan Bupati, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tri Mujiharto mengungkapkan pihaknya akan segera menemui PVMBG. Dengan demikian titik-titik rawan segera diketahui. “Pemerintah akan terus mencarikan solusi atas permasalahan ini. Yaitu pada ahlinya, PVMBG. Mereka akan memetakan kondisi tanah sebenarnya. Apakah tanah masih layak atau tidak, sebagai acuan pengambilan keputusan,” ungkap dia.

Saat ini ada 31 kepala keluarga (KK) terdampak bencana gerakan tanah. Jumlah tersebut berdasarkan pengamatan lapangan dari pihak BPBD. Ketika hujan lebat turun, gerakan tanah bertambah. Yakni antara 15 sampai 20 sentimeter. “Kami telah meminta pada warga untuk segera menutup retakan agar tidak semakin melebar. Dan tetap waspada, utamanya bagi pemilik rumah yang kondisinya telah bergeser dari struktur awal,” tandas Tri. (arif/tarmuji/humaspacitan)