Siaga Bencana, PNS Pacitan Dapat Pelatihan Khusus

0
63

Pacitannews– Sebagai wilayah di bibir Samudera Indonesia, Kabupaten Pacitan memiliki potensi terdampak bencana. Karenanya masyarakat dan aparat harus lebih siap hidup “bertetangga” dengan ancaman akibat gejala alam. Semisal banjir, tanah longsor, maupun tsunami.

Kesiapsiagaan itu diwujudkan dengan memberikan pelatihan khusus bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Perangkat Desa. Para pamong praja itu digembleng dengan beberapa materi. Diantaranya penguasaan medan, pelajaran baris-berbaris, serta teknik perlindungan masyarakan dan evakuasi saat kondisi bencana.

“Ke depan para PNS dan perangkat desa harus memiliki ketangguhan khususnya dalam rangka melayani masyarakat. Termasuk diantaranya jika bencana melanda,” kata Bupati Pacitan Indartato usai membuka Latihan Dasar Pertahanan Sipil (Latsar Hansip) dan Kursus Kader Pelaksana (Suskalak) di Stadion Pacitan, Jl WR Supratman, Senin (5/5/2014).

Pelatihan semacam ini, lanjut Indartato, barulah awal dari upaya pemberdayaan aparat dalam upaya tanggap bencana. Secara berkala, PNS dan perangkat desa yang ada akan mendapat giliran mengikuti pelatihan. Selain diharapkan siap berada di garda depan, para abdi negara juga harus mampu menggerakkan warga untuk siap siaga menghadapi bencana.

“Deteksi dini harus terus kita lakukan. Mengapa? Kalau terjadi hal yang tidak kita inginkan kita akan cepat bergerak. Oleh karena itu, geladi semacam ini mutlak perlu,” tegas dia.

Kegiatan Latsar Hansip dan Suskalak diikuti 90 orang. Dari jumlah itu, 60 merupakan CPNS dan PNS di lingkup Pemkab Pacitan. Sedangkan 30 orang sisanya perangkat desa dari 12 wilayah kecamatan yang ada. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama 10 hari dengan melibatkan puluhan pelatih dari TNI/Polri, Satpol PP, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

sumber : (detikNews.com)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.