Program Imunisasi Harus Sukses Demi Masa Depan Anak-Anak

0
91

Program imunisasi yang kini berlangsung harus disukseskan oleh semua kalangan. Sebab keberhasilan program yang satu itu berkaitan dengan masa depan anak-anak bangsa. “Program ini harus sukses. Demi kehidupan dan masa depan anak-anak kita agar lebih baik,” kata Bupati Pacitan Indartato saat meresmikan pencanangan Kampanye Imunisasi Campak-Rubella (MR) di Balai Desa Dadapan, Pringkuku, Jum’at (4/8/2017).

Tingginya harapan Bupati itu cukup beralasan. Mengingat kesehatan masyarakat merupakan salah satu cita-cita negara. Tidak hanya untuk balita. Tetapi juga para kaum lanjut usia. Karena itu kesuksesannya menjadi tanggung jawab bersama. Termasuk pemerintah daerah dan jajarannya sampai di tingkat desa maupun tim penggerak PKK. “Juga masyarakat yang memiliki anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun,” ucap dia.

Bahkan secara lugas Indartato menyampaikan, untuk Dinas Pendidikan mewajibkan para pelajar yang berusia 15 tahun atau kurang untuk mendapatkan imunisasi. Meski sebelumnya ada diantara pelajar yang masuk dalam kategori usia itu telah mendapatkan suntikan kekebalan. Mengingat pentingnya program, baik Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan diminta untuk memberikan laporan kegiatannya. Program Kampanye Imunisasi Campak-Rubella (MR) akan berlangsung selama dua bulan. Yakni Agustus-September nanti.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Eko Budiyono menjelaskan pelaksanaan program imunisasi itu dilakukan untuk mengeliminasi penyakit campak pada tahun 2020, serta menurunkan kelainan bawaan karena Rubella. “Untuk bulan ini imunisasi dilaksanakan diseluruh posyandu. Sedangkan bulan depan untuk siswa sekolah,” jelasnya.

Pemilihan sasaran imunisasi pada rentang usia antara sembilan bulan sampai 15 tahun bukan tanpa alasan. Sebab, pada usia 0-6 bulan bayi masih memiliki kekebalan alami. Sehingga imunisasi baru dilakukan tiga bulan berikutnya. “Kenapa usia 15 tahun ?. Wanita muda subur harus diberi kekebalan terhadap Rubella. Tetapi saat hamil dilarang. Supaya tidak terjadi kelainan bawaan,” tutur dr. Eko. (arif/tarmuji/pranoto/humaspacitan)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here